Apa Penyebab? Penurunan Loyalitas Karyawan Perusahaan


Add Caption
www.myallona.online


Dahulu karyawan perusahaan percaya bahwa perusahaan akan memberikan penghargaan terhadap loyalitas dan pekerjaan yang mereka laksanakan dengan baik, dengan memberikan jaminan untuk tetap bekerja, mendapatkan tunjangan yang besar serta kenaikan gaji. Namun pada awal pertengahan tahun 1980-an, sebagai reaksi terhadap kompetensi global, pengambilalihan secara tidak bersahabat.

Pembelian saham secara besar - besaran, dan sejenisnya, perusahaan mulai mencapakkan kebijakan tradisional seperti jaminan untuk tetap bekerja, senioritas, dan kompensasi. Perusahaan menjadi ramping dan pelit dengan menutup pabrik - pabrik, pindah ke negara yang biaya  operasionalnya rendah.

Menjual, atau menutup bisnis yang kurang menguntungkan, menghapuskan seluruh level manajemen, dan mengganti karyawan permanen dengan karyawan temporer. Penting untuk diketahui, hal ini tidak hanya merupakan gejala yang terjadi di Amerika Utara. Perusahaan - perusahaan Eropa sedang melakukan hal yang sama.

Contohnya, Barclays, Bank besar di Inggris, akhir - akhir ini memangkas level Staff  mereka sebanyak dua puluh persen. Dan beberapa perusahaan Jerman telah merampingkan tenaga kerja dan level menajemen mereka, bahkan Siemens, konglomerasi rakayasa elektronik, pada tahun 1993 saja telah melepaskan lebih dari 3.000 pekerjaan pembuat baja Krupp Hoesch memangkas Hierarki manejemen mereka dari lima menjadi tiga tingkat dan Mercedes Benz merampingkan level manajemennya dari tujuh menjadi lima.

Perubahan - perubahan ini mengakibatkan penurunan Loyalitas karyawan yang tajam. Dari suatu survei pekerja yang diadakan pada tahun 1993.
Contohnya, lebih dari tujuh puluh persen yang menyatakan tentang kuragnya loyalitas antara perusahaan dan karyawan  dibandingkan tahun 1988.

Para karyawan merasakan kurangnya komitmen terhadap mereka, dan akibatnya, karyawan juga menanggapi dengan kurangnya komitmen mereka terhadap perusahaan. Sebuah tantangan OB yang penting bagi para manajer adalah untuk memikirkan cara - cara memotivasi pekerja yang merasa kurang memiliki komitmen terhadap perusahaannya, sambil mempertahankan persaingan global untuk organisasi mereka.


Demikian, Semoga Bermanfaat !!!

BACA JUGA :

www.DomaiNesia.com

Comments

SPONSORED