Golongan Minoritas Berorganisasi Dan Berasimilasi


Add Caption
www.myallona.online


Tidakkah organisasi selalu memasukkan anggotanya dari kelompok - kelompok yang beragam? Ya, tetapi mereka mewakili persentase yang kecil dari tenaga kerja yang tidak banyak diperhatikan orang. Lebih lanjut, diasumsikan bahwa golongan minoritas ini akan mencoba untuk membaur dan berasimilasi.

Sebagian besar tenaga kerja pada awal tahun 1980-an adalah pria ( Caucasian ) yang bekerja purnawaktu untuk menghidupi istri yang tidak bekerja dan anak - anak usia sekolah. Saat ini karyawan yang seperti itu benar - benar merupakan golongan minoritas! 

Sekarang ini, empat puluh lima persen dari tenaga kerja A.S. adalah wanita. Golongan minoritas dan imigran meningkat menjadi dua puluh dua persen. Sebagai contoh kasus, tenaga kerja Hewlett Packard terdiri dari sembilan belas persen golongan minoritas dan empat puluh persen wanita.

Sebuah pabrik Digital Equipment Corporation di Boston memberikan contoh pandangan ke masa depan. Tiga ratus lima puluh karyawan pabrik meliputi pria dan wanita dari 44 negara yang berbicara sembilan belas bahasa. Ketika manajemen pabrik mengeluarkan pengumuman tertulis, maka pengumuman itu akan dicetak dalam bahasa Inggris, Cina, Perancis, Portugis, Vietnam, dan Haitian Creole.

Keragaman tenaga kerja memiliki implikasi penting bagi praktik manajemen. Para manajer harus menggeser filosofi mereka dari memperlakukan semua orang dengan sama rata menjadi mengenali perbedaan - perbedaan dan tanggap terhadap perbedaan - perbedaan tersebut dengan cara yang akan menjamin karyawan untuk bertahan dan mempertinggi produktivitas sementara.

Pada saat yang sama, tidak melakukan diskriminasi keragaman, jika dikelola secara positif, dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam organisasi sekaligus meningkatkan pengambilan keputusan dengan memberikan sudut pandang yang berbeda terhadap permasalahan.

Jika keragaman tidak dikelola dengan sebagaimana mestinya, terdapat potensi ke arah Turnover yang lebih tinggi, lebih banyak kesulitan komunikasi, dan lebih banyak konflik antarpribadi.

BACA JUGA :

www.DomaiNesia.com

Comments

SPONSORED