Langkah - Langkah Mengatasi Ketemporeran Manajer vs Karyawan


Add Caption
www.myallona.online


Para manajer selalu memberikan perhatian yang besar terhadap perubahan. Namun, di masa sekarang ini yang membedakannya adalah lamanya waktu dalam melaksanakan perubahan tersebut. Pada masa lalu, manajer perlu memperkenalkannya program perubahan yang utama sebanyak satu atau dua kali dalam satu dekade.

Pada masa kini, perubahan merupakan suatu aktivitas yang terus - menerus bagi sebagian besar manajer. Konsep perbaikan yang berkelanjutan, sebagai contoh, mengimplikasikan perubahan yang terus - menerus.

Pengelolaan di masa lalu dapat dicirikan dengan periode stabilitas yang panjang. Sesekali diselingi dengan periode perubahan yang singkat. Pengelolaan masa kini akan lebih tepat lagi jika digambarkan sebagai periode  perubahan terus - menerus yang panjang, sesekali diselingi oleh periode stabilitas yang singkat!

Saat ini, dunia yang dihadapi oleh sebagian besar manajer dan karyawan merupakan suatu Ketemporeran yang bersifat permanen. Pekerjaan nyata yang dilakukan oleh karyawan berada dalam suatu ruang perubahan terus - menerus yang sifatnya permanen. Jadi, para pekerja perlu memperharui pengetahuan dan keterampilan mereka untuk melaksanakan tuntutan pekerjaan baru.

Contohnya, karyawan produksi pada perusahaan seperti Caterpillar, Chrysler, dan Reynolds Metals saat ini perlu tahu bagaimana cara mengoperasikan peralatan produksi yang dikomputerisasi. Hal itu bukan merupakan bagian dari pekerjaan mereka pada masa lima belas tahun yang lalu.

Kelompok - kelompok kerja semakin lama juga semakin dalam memasuki sebuah ruang perubahan yang terus - menerus. Pada masa lalu, karyawan ditugaskan pada satu kelompok khusus, dan penugasan tersebut relatif permanen. Terdapat rasa aman yang besar dalam bekerja dengan orang yang sama setiap hari.

Keadaan yang tadinya dapat diramalkan, sekarang telah digantikan dengan adanya kelompok - kelompok kerja yang bersifat sementara, tim - tim yang memasukkan anggota yang berasal dari bagian yang berbeda - beda dan anggotanya berubah setiap saat,  serta meningkatnya pelaksanaan mutasi karyawan untuk memenuhi penugasan kerja yang selalu berubah.

Akhirnya, organisasi itu sendiri  berada terus melakukan reorganisasi terhadap  berbagai devisinya, menjual bisnis yang kinerjanya buruk, merampingkan biaya operasional, dan mengganti pekerja - pekerja permanen dengan dengan pekerja temporer.

Manajer dan karyawan masa kini harus belajar mengatasi ketemporeran ini. Mereka harus belajar hidup dengan fleksibilitas, spontanitas, dan keadaan yang tak dapat diramalkan. Studi OB dapat memberikan pemahaman yang penting terhadap dunia kerja yang selalu berubah, dan bagaimana sebaiknya menciptakan budaya organisasi yang hidup dalam perubahan.


Terimakasih !
Semoga Bermanfaat !!!

BACA JUGA :

Comments

SPONSORED