Memberdayakan Karyawan Dalam Bisnis Yang Populer


Add Caption
www.myallona.online


Jika anda mengambil terbitan bisnis yang populer apa saja saat ini, anda akan membaca tentang pembangunan kembali hubungan antara manajer dan mereka yang menjadi tanggung jawabnya untuk dikelola. Anda akan menemui para manajer yang disebut dengan pelatih, penasihat, sponsor, atau fasilitator.

Dalam banyak organisasi, karyawan sekarang disebut rekanan. Dan terdapat kekaburan antara peran manajer dan pekerja. Pengambilan keputusan ditekan ke bawah pada tingkat operasional, di mana para pekerja diberi kebebasan untuk membuat pilihan mengenai jadwal dan prosedur serta untuk memecahkan masalah - masalah yang berkaitan  dengan pekerjaan.

Pada tahun 1980-an, para manajer diminta untuk mendorong para karyawan mereka agar berpartisipasi dalam pembuatan keputusan yang berkaitan dengan memperbolehkan karyawan mengendalikan pekerjaan mereka sepenuhnya. Tim - tim swakelola, di mana sebagian besar orang bekerja tanpa atasan, menjadi trend pada tahun 1990-an.

Apa yang sedang terjadi?

Yang sedang terjadi adalah bahwa para manajer (memberdayakan karyawan " empowering employees"). Mereka membiarkan karyawan bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lakukan.

Dalam pelaksanaannya, manajer harus belajar bagaimana menyerahkan kendali, dan karyawan harus belajar bagaimana bertanggung jawab terhadap pekerjaan mereka dan mengambil keputusan - keputusan yang tepat.

Dalam artikel selanjutnya, kami akan memperlihatkan bagaimana pendelegasian wewenang mengubah gaya kepemimpinan, hubungan kekuasaan, cara perancangan kerja, dan cara penyusunan organisasi.

BACA JUGA :

Comments

SPONSORED