Menanggapi Globalisasi Dalam Manajemen Perusahaan


Add Caption
www.myallona.online


Manajemen tidak lagi terhambat oleh batas negara. Burger King dimiliki oleh sebuah perusahaan Inggris, dan McDonald's menjual hambuger di Moskow. Exxon, perusahaan Amerika yang ternama itu, memperoleh hampir tujuh puluh lima persen pendapatannya dari penjualan di luar Amerika Serikat.

Toyota membuat mobil di Kentucky, General Motors membuat mobil di Brasil, dan Ford yang memiliki sebagian saham di Mazda mengirim eksekutif - eksekutif dari Detroit  ke Jepang untuk membantu Mazda dalam mengelola operasi - operasinya.

Contoh - contoh di atas menggambarkan bahwa dunia telah menjadi satu perkampungan global. Pada gilirannya, para manajer harus mampu bekerja dengan orang - orang dari budaya yang berbeda - beda.

Globalisasi mempengaruhi keterampilan seorang manajer paling tidak dalam dua cara, yaitu :

Pertama, jika anda seorang manajer Anda semakin mungkin untuk mendapatkan penugasan ke luar negeri. Anda akan dikirim ke cabang atau divisi operasi perusahaan Anda di negara lain. Begitu tiba di sana, Anda harus mengelola tenaga kerja yang mungkin berbeda baik kebutuhan, aspirasi, dan sikap dari orang - orang yang biasa Anda hadapi  di negara asal Anda.

Kedua, bahkan di negara Anda sendiri, Anda akan mendapati diri Anda bekerja dengan para atasan, rekan sejawat, dan bawahan yang lahir dan dibesarkan dalam budaya yang berbeda. Apa yang dapat memotivasi Anda, mungkin tidak dapat memotivasi mereka. Gaya komunikasi Anda mungkin terus terang dan terbuka, tetapi mereka mungkin merasa gaya ini tidak nyaman dan menakutkan.

Untuk bekerja secara efektif dengan orang - orang ini, Anda perlu memahami budaya mereka, bagaimana budaya tersebut membentuk mereka, dan bagaimana mengadaptasi gaya manajemen Anda dengan perbedaan yang ada pada mereka. 

Dalam pembahasan kita berikutnya, kami akan memberikan beberapa kerangka berpikir untuk dapat memahami perbedaan budaya nasional. Lebih lanjut lagi, karena kita membahas konsep OB di artikel terbitan berikutnya, kita akan memfokuskan diri pada bagaimana perbedaan budaya dapat mewajibkan para manajer untuk memodifikasi praktik - praktiknya.


Semoga Bermanfaat !!!

BACA JUGA :

www.DomaiNesia.com

Comments

SPONSORED