Perbaikan Perilaku Etis Dalam Dunia Organisasi


Add Caption
www.myallona.online


Dalam dunia organisasi yang bercirikan : Pengurangan jumlah produksi, harapan akan peningkatan produktivitas pekerja, dan kompetisi yang keras di pasaran, sama sekali tidak mengherankan bahwa banyak karyawan yang merasa tertekan sehingga mengundurkan diri dari pekerjaan, melawan aturan, dan terlibat dalam bentuk praktik - praktik lain yang menimbulkan tanda tanya.

Anggota - anggota organisasi semakin lama semakin mendapatkan diri mereka menghadapi dilema etis, situasi di mana mereka dituntut untuk mendefinisikan tindakan yang benar dan salah.

Contohnya, 

haruskah mereka bersuara jika mereka menemukan adanya aktivitas ilegal di dalam perusahaan mereka? 

Haruskah mereka mengikuti perintah - perintah yang tidak mereka setujui secara pribadi?

Apakah mereka memberikan suatu evaluasi kinerja yang dikatrol kepada karyawan yang mereka sukai, karena mereka tahu pasti bahwa evaluasi seperti itu dapat menyelamatkan pekerjaan karyawan itu?

Apakah mereka membiarkan diri mereka berpolitik dalam organisasi jika hal ini dapat membantu kemajuan karier mereka?

Apa yang merupakan perilaku yang baik secara etis tidak pernah didefinisikan dengan jelas. Lagi pula pada tahun - tahun terakhir ini, garis yang membedakan yang benar dan yang salah telah semakin kabur. Para karyawan melihat orang - orang di sekitar mereka terlibat dalam praktik - praktik yang tidak etis, pejabat yang terpilih menambah - menambahi pengeluaran mereka atau menerima suap, para pengacara yang mempunyai kekuasaan, yang tahu peraturan, didapati menghindari pembayaran pajak Jaminan Sosial demi kepentingan pribadi mereka sendiri.

Para eksekutif yang sukses menggunakan informasi dari orang dalam untuk mendapatkan keuntungan keuangan pribadi. Karyawan dari perusahaan lain berpartisipasi  untuk menutup - nutupi produk senjata meliternya yang cacat. Ketika tertangkap, mereka mendengar orang - orang ini berdalih, seperti semua orang melakukannya atau di masa kini Anda harus dapat menangkap semua peluang yang menghasilkan keuntungan, atau saya tidak pernah menyangka akan tertangkap.

Para manajer dan organisasi mereka merespons masalah ini dengan berbagai cara. Mereka menulis dan mendistribusikan kode etika untuk menuntun karyawan yang mengalami dilema etis. Mereka menawarkan seminar - seminar, lokakarya, dan program - program pelatihan sejenis untuk mencoba memperbaiki perilaku - perilaku etis. Pada banyak kasus yang anonim, mereka menyediakan penasihat yang ada dalam perusahaan.

Manajer masa kini perlu menciptakan iklim etika yang sehat bagi karyawannya sehingga mereka dapat melaksanakan pekerjaan secara produktif dan meminimalisasi karagu - raguan berkaitan dengan apa yang dianggap perilaku yang benar dan yang salah.


Demikian, Semoga Bermanfaat !!!

BACA JUGA :

www.DomaiNesia.com

Comments

SPONSORED