Adrian Enterprise to Knowledge Competition Brainware Management




PENGARAHAN ADRIAN ENTERPRISE

Blog "Adrian Enterprise" merupakan kata jargon masa kini dalam lingkungan Perusahaan, Bisnis, Keuangan, Sumber Daya Manusia dan lain sebagainya. Cobalah menghadiri pertemuan para Eksekutif, Direktur Personalia, Para Pakar Sumber Daya Manusia, Usahawan atau Pelatih dan saya jamin Anda pasti akan mendengar kata pengarahan yang diucapkan sesering kata Profit atau Resesi.

Sayangnya, pemopuleran istilah baru ini telah mengakibatkan munculnya arti yang baik maupun yang sangat buruk. Konsekuensinya, pengarahan dalam bahaya untuk disalahartikan, disalahrasakan, dan ditolak karena tidak terlalu baru, tidak terlalu berbeda dan karena itu gagal untuk memenuhi standar - standar tertinggi yang dijanjikannya.

Lagi pula, banyak Autokrat Bisnis sungguh percaya bahwa mereka mengguakan pengarahan sebagai suatu hal yang memang sudah sepantasnya dilakukan. Karena orang - orang seperti itu tidak mempunyai orang yang sebanding untuk memberikan umpan balik pada yang berlawanan, dan bawahan mereka tidak akan pernah berani memberikan penjelasan pada mereka, dalam ketidaktahuan mereka terus meremehkan baik tenaga kerja mereka maupun manfaat pengarahan.

Tujuan blog "Adrian Enterprise" ini adalah untuk menyampaikan catatan itu secara jujur dengan menguraikan dan menggambarkan apa sesunnguhnya pengarahan itu, dapat digunakan untuk apa, kapan dan seberapa banyak hal itu dapat digunakan, siapa yang dapat menggunakannya dengan baik dan siapa yang tidak dapat.

Pengertian pengarahan yang dimaksud adalah :

Dalam kamus Consise Oxford mendefinisikan kata kerja mengarahkan (to coach) sebagai 'mengajar, melatih, memberi keterangan pada fakta - fakta'. Menurut saya definisi ini masih kurang memadai karena hal - hal itu dapat dilakukan dalam banyak cara lain, yang di antaranya sama sekali tidak berkaitan dengan pengarahan. Pengarahan lebih berhubungan dengan cara bagaimana hal - hal itu dikerjakan dan apa yang dikerjakan. Pengarahan dapat memberi hasil yang besar karena adanya relasi yang mendukung antara (si pengarah) dan coach (orang yang diarahkan).

Selanjutnya, berlawanan dengan klaim - klaim One Minute Manager yang menarik, tidak ada kemapanan yang cepat dalam bisnis, dan pengarahan yang baik adalah suatu keterampilan, barangkali suatu seni, yang menentut kedalaman pemahaman dan banyak praktek jika hal ini dimaksud untuk memberikan potensinya yang mengagumkan.

Membaca isi dari blog ini tidak akan mengubah Anda menjadi seorang pengarah yang ahli, tetapi isi dari blog ini akan membantu Anda untuk mengenali nilai dan potensi pengarahan yang luar biasa, dan mungkin bisa membawa Anda pada perjalanan penemuan diri yang akan mempunyai efek sangat besar pada keberhasilan bisnis Anda dalam "Mengembangkan Pendapatan dan Meningkatkan Perusahaan, Bisnis, Keuangan, Management, Ekonomi dan Sumber Daya Manusia". Kebijaksanaan Anda dan keterampilan - keterampilan lain, serta pada kualitas Anda dalam berelasi dengan orang lain entah di tempat kerja maupun di rumah.

Kabar buruknya adalah kehausan akan pengarahan menghasilkan para Manajer yang dilatih dengan terburu - buru dan tidak memadai, atau apa yang dinamakan pengarah, sehingga gagal memenuhi harapan orang - orang yang mereka arahkan. Dalam banyak kasus, mereka tidak sepenuhnya memahami prinsip - prinsip psikologis dan yang berkaitan dengan kinerja, di mana pengarahan didasarkan. Tanpa pemahaman ini mereka mungkin mengalami gerakan - gerakan pengarahan, atau menggunakan perilaku yang berhubungan dengan pengarahan, atau menggunakan perilaku yang berhubungan dengan pengarahan seperti mengajukan pertanyaan - pertanyaan, tetapi gagal untuk mencapai hasil - hasil yang dimaksud.

Tetapi, saya dengan cepat menyakinkan kembali para pengarah potensial bahwa keindahan pengarahan terletak pada kedalaman dan dampaknya, dan bahwa Anda tidak memerlukan suatu tingkat psikologi tertentu untuk mempraktekkannya. Blog ini menjelaskan lebih penuh prinsip - prinsip pengarahan dalam peristilahan yang umum dan melukiskannya dengan analogi - analogi sederhana, bukan hanya dari bidang bisnis tapi juga dari bidang olahraga. Prinsip - prinsip yang lebih dalam sering kali lebih mudah dipahami dari penyimpangan - penyimpangan dan asumsi - asumsi bidang aplikasi orang itu sendiri.

Artikel - artikel lain khususnya blog yang sama dalam pembahasan seperti blog ini, sering melihat pengarah sebagai orang luar yang tak terlibat. Direktur - direktur perusahaan besar, dan Cheif Executives khususnya, mungkin senang bersahabat, tetapi mereka dapat juga sangat kesepian. Tidak ada banyak orang pada siapa mereka dapat berpaling untuk minta bantuan, bahkan sering kali tak seorang pun dalam perusahaan mereka. 

Ketidakpastian  akan kepercayaan dan kerahasiaan, kompetisi intern yang tersamar dan licinnya jenjang kedudukannya di perusahaan membuat CEO sulit untuk berpaling pada seorang rekan dalam dewan direksi untuk berpaling pada seorang rekan dalam dewan direksi untuk membicarakan pikiran yang segar, seseorang yang tidak mementingkan investasi atau posisinya sendiri, orang luar yang tidak terlibat dengan perusahaan atau budayanya. Seorang pengarah lepas dapat mencerminkan gagasan - gagasan, memunculkan solusi - solusi dan mendukung penerapan mereka dengan cara yang hanya sedikit orang dalam bisa melakukannya.


MENYONGSONG GLOBAL ERA MILLENIUM

Perubahan yang terjadi dalam era global ini memiliki ciri - ciri khusus yaitu sulit diduga, mengejutkan, bersifat kompleks / perusahaan. Kita selalu menghadapi tantangan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Situasi persaingan tidak menunjukkan sama sekali tanda - tanda menurun, melainkan semakin ketat dari waktu ke waktu.

Daya saing yang tinggi dan berkelanjutan yang harus dimiliki perusahaan - perusahaan tersebut hanya dapat dicapai melalui dari Sumber Daya Manusianya (SDM). Karenanya, persaingan teknologi. Teknologi relatif lebih mudah diperoleh. Bila memiliki uang kita dapat membelinya. Tetapi, membangun Sumber Daya Manusia yang mampu memanfaatkan dan bahkan mengembangkan teknologi tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah.

Jauh berkali lipat lebih sulit daripada kemampuan membeli teknologi tersebut, dan uang bukan syarat utamanya. Persaingan dalam Sumber Daya Manusia sebenarnya adalah persaingan dalam kualitas Sumber Daya Manusia dari setiap organisasi. Baik dalam bentuk perusahaan ataupun lainnya. Bahkan lebih jauh lagi, keunggulan suatu bangsa pun ditentukan oleh keunggulan  daya saing manusianya. Bukan lagi oleh sumber daya alamnya. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ini diukur dari kemampuan pengetahuannya (knowledge).

Semakin kuat penetahuannya dari Sumber Daya Manusia (SDM)  suatu organisasi, semakin kuat daya saingnya. Daya saing Sumber Daya Manusia lah yang dewasa ini menentukan daya saing suatu ortanisasi. Pengetahuan dari Sumber Daya Manusia ini berlaku secara menyeluruh dari jenjang eksekutif puncak sampai jenjang paling bawah sesuai dengan tuntutan perannya. Pengetahuan di sini dimaksudkan dalam arti luas yaitu kemampuan Sumber Daya Manusia yang tercermin dari kinerjanya dan terlihat dari perilaku kerjanya yang kompeten, cepat, dan inovatif, serta memiliki dorongan yang kuat untuk selalu belajar.

Masalah yang dihadapi setiap organisasi, khususnya perusahaan, pada saat ini adalah bagaimana agar perusahaan mampu meningkatkan pengetahuan secara berkelanjutan dari Sumber Daya Manusia nya yang sesuai tuntutan tantangan yang dihadapi. Untuk meningkatkan pengetahuan diperlukan suatu proses belajar yang terus - menerus. Artinya, perlu ada upaya untuk menjadikan belajar sebagai bagian dari perilaku kerja. Dengan perkataan lain, bagaimana setiap organisasi atau perusahaan mampu menjadikan budaya belajar sebagai budaya perusahaan. Tanpa adanya budaya belajar kita tidak akan mungkin memiliki organisasi belajar, tidak mungkin suatu organisasi / perusahaan mampu meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia nya yang kompetitif, secara berkelanjutan.

Isi dari blog "Adrian Enterprise" bukanlah blog mengenai biologi, kedokteran, ataupun psikologi. Bukan juga dimaksudkan sebagai blog untuk referensi suatu penelitian ilmiah ataupun pendalaman dari hasil penelitian yang ada. 

Blog "Adrian Enterprise" adalah blog praktis, Blog yang ditulis berdasarkan apa yang Saya pelajari dari berbagai literatur dan pengalaman pribadi Saya.

Saya salah satu anggota Enterpeneur masuk dalam "Tim Enterpeneur" serta sering menerima undangan - undangan seminar enterpeneur, disanalah Saya memperoleh banyak pengalaman dan belajar dari peserta yang terdiri dari kalangan Eksekutif Perusahaan Swasta Nasional, Asing, maupun BUMN, dan sebagian kecil instansi pemerintah. Pengalaman dan belajar Saya peroleh melalui interaksi dan pengamatan (observasi) dalam pelaksanaan berbagai program pelatihan.

Blog "Adrian Enterprise" menempatkan isi artikel dari hasil riset, sedangkan isi artikel lainnya dari pengamatan dan pengalaman praktis dan kemudian menyatukannya menjadi sesuatu yang bersifat terapan. Blog ini akan tepat sekali bagi para praktisi baik di Dunia Usaha, Pemerintah, maupun organisasi lainnya. Bagi Dunia Usaha, akan mudah dipahami terutama oleh para Eksekutif, Posisi Jabatan Manajemen, dan Mereka - mereka yang menangani Sumber Daya Manusia karena Saya menggunakan "bahasa" yang sama.

Bagi kalangan perguruan tinggi, isi dari blog ini bisa dimanfaatkan untuk menambah wawasan dan terutama untuk lebih dapat memahami alur pikir praktisi dalam dunia usaha. Bila mungkin, bisa saja dijadikan bahan pertimbangan untuk suatu penelitian ilmiah lebih jauh. Demikian juga bagi kalangan birokrasi serta ABRI sebagai tambahan wawasan praktis dalam pengelolaan manusia.


APA KATA MEREKA ?
  • "Blog Adrian Enterprise ini perlu dibaca oleh siapa pun terutama bagi para manajer yang berkecimpung dengan Dunia Usaha... Ditulis dengan runtut dan bahasa serta contoh yang mudah dimengerti pembaca..."
  • "Blog Adrian Enterprise telah mampu membuat celah terobosan konsep Dunia Usaha satu - satunya blog berdasarkan perkembangan Dunia Usaha mutakhir dunia".
  • "Blog Adrian Enterprise adalah Blog "Outbound" di Indonesia... Marketing baru bisa dijalankan kalau kita bisa membaca apa yang ada di Otak "Customer, People, atau Stakeholder".
  • Isi dari Blog "Adrian Enterprise" dibuat konsep yang original dari penulis untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan menggelitik sikap dan motivasi pembaca dalam mengelolah usaha lebih efektif dan produktif sesuai dengan tuntutan zaman sekarang.
  • Bagi dunia profesi manajemen di Indonesia, bahkan di seluruh dunia, Blog "Adrian Enterprise" merupakan lembaran baru dengan konsep - konsep penulis yang merangsang para akademisi untuk meneliti lebih jauh guna menambah teori - teori dalam dunia usaha.

Subscribe Sekarang !
Dapatkan Artikel Terbitan Terbaru Dari Kami, Langsung Melalui Email Anda.

Subscribe Sekarang !
Dan Raih Kesuksesan Bersama Kami.


DITERBITKAN OLEH :
" ADRIAN ENTERPRISE "
-----------------------------------------------
www.myallona.online

BACA JUGA :

SPONSORED