Diskripsi Jabatan, Tugas - Tugas, Tanggung Jawab, Dan Wewenangnya


Add Caption
www.myallona.online


Pada artikel terbitan sebelumnya telah dijelaskan, bahwa bahwa analisa jabatan pada pokoknya terdiri dari dua hal, yaitu diskripsi jabatan dan syarat - syarat jabatan. Di sini akan di jelaskan lebih lanjut tentang diskripsi jabatan baik tentang diskripsi jabatan itu sendiri maupun tujuannya, cara menyusunnya dan sebagainya.

Diskripsi jabatan adalah penjelasannya tentang sesuatu jabatan, tugas - tugasnya, tanggung jawabnya, wewenangnya dan sebagainya. Penjelasan tentang hal itu semua adalah penting, sebab bila tidak dijelaskan akan dapat menimbulkan perbedaan pengertian. Misalnya jabatan Kepala Tata Usaha dan Kepala Administrasi dapat merupakan pengertian yang sama maupun berbeda, tergantung penjelasan dalam diskripsi jabatan.

Tapi diskripsi jabatan bukan sekedar menjelaskan lebih lanjut tentang tugas - tugasnya, tanggung jawabnya, wewenangnya, dan sebagainya. Dengan demikian diharapkan setiap karyawan / pegawai yang memangku jabatan tersebut akan tahu batas - batas antara lain dari tugas - tugasnya, tanggung jawabnya serta wewenangnya. Hal ini mencegah kemungkinan timbulnya kesimpangsiuran dan dobel pekerjaan antara jabatan yang satu dengan jabatan yang lain.

Apabila kita mampu membuat diskripsi jabatan, maka bilamana yang kita buat tersebut benar dan jelas, dengan sendirinya dapat merupakan landasan bagi kita untuk melaksanakan tugas - tugas  pekerjaan dengan efektif dan efisien. Setiap pejabat akan mengetahui di mana kedudukannya, apa yang harus di kerjakan, bagaimana mengerjakannya, mengapa harus dikerjakan dan sebagainya.

Agar diskripsi jabatan yang kita buat dapat merupakan pandasan atau pedoman pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien, maka diskripsi jabatan yang kita buat haruslah sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penetapan tugas - tugas antara jabatan yang satu dengan jabatan yang lain  dapat menimbullan kesimpangsiuran,  dobel pekerjaan dan sebagainya. Untuk itu maka pembuatan diskripsi jabatan untuk suatu jabatan tertentu, tidak boleh dilepaskan dengan diskripsi jabatan keseluruhan jabatan.

Bila dalam pembuatan diskripsi jabatan untuk suatu jabatan tertentu kita lepaskan dengan diskripsi jabatan untuk jabatan yang lain, maka dapat terjadi apa yang tidak kita inginkan.

Misalnya suatu perusahaan ingin membuat diskripsi jabatan untuk Kepala Tata Usaha, di mana disebutkan di situ dalam tugas - tugasnya antara lain menerima seluruh surat - surat masuk serta membalasnya. Padahal untuk kepala keuangan dalam diskripsi jabatan disebutkan bahwa surat - surat masuk yang ditujukan khusus kepada bagian - bagian keuangan ditugaskan untuk  diterima dan kesimpangsiuran dalam tugas yang dapat membingungkan.


Demikian Pembahasannya !!!
Semoga Bermanfaat !!!

BACA JUGA :

Comments

SPONSORED